Mengenal Kamera

| No comment yet

Mengenal Jenis-Jenis Kamera

Ilustrasi Mengenal Kamera

"Say cheese!" ... 'Klik' ... dan ada memori yang tersimpat. Kamera adalah perangkat yang diciptakan tidak hanya dalam batas kreatif dalam teknologi dan media, tetapi juga batas menaklukkan visi seniman di seluruh dunia. Sejarah kamera dan fotografi, telah memperlihatkan beragam aliran seni dan banyak kesuksesan, sejalan kemajuan dalam aspek teknologi dan kreatif nya juga.

Dan apa yang membuat ini menjadi mungkin? Tidak diragukan lagi, itu adalah perangkat yang menangkap gambar, yang di namakan kamera. Kamera, yang berasal dari, kamera obscura, yang dalam bahasa Latin berarti 'ruang gelap', adalah sebuah alat yang merekam gambar. Perangkat ini telah terus-menerus diperbarui, dimodifikasi dan diperkenalkan dengan merek dan model yang berbeda, untuk hasil yang lebih baik, kenyamanan dan untuk mengangkat standar kamera, sebagai perangkat dan fotografi juga.

Bertahap pula perubahan nya dan kita dapat mengatakan, revolusi dalam membuat dan jenis kamera sangat luas. Masing-masing memiliki makna sendiri atau tujuan. Kamera yang berbeda jenis yang ditangkap dalam informasi di bawah ini. Ambil pandangan, untuk mengetahui berbagai jenis yang telah membuat waktu freezing nya dengan hanya klik saja.

[kwdMengenal ]Kamera[/kwd] cukup sederhana, kamera adalah sebuah alat yang paling popular saat ini khususnya dalam kegiatan fotografi. Asal muasal kata kamera di dapat dari camera obsura, yang berarti ruang gelap.

Sebelum kita sampai ke daftar kamera, adalah penting untuk memahami klasifikasi, yang membuat masing-masing kamera berbeda. Atau fitur kamera yang membantu dalam klasifikasi. Unsur utama adalah sensor kamera: yang merupakan unsur untuk menangkap gambar, mungkin digital atau film, atau pengolahan plat fotografi.

Finder Optical: kerangka dari kamera, seperti layar LCD atau lensa. Fokus: mungkin manual, otomatis, jangkauan finder atau fokus, dll Sistem Metering: yaitu mode metering dan sensor, seperti kecepatan, aperture, dll Kekakuan: ini adalah apakah kamera monorel, lipat, kaku atau teleskopik , dll

Di dalam dunia fotografi, kamera merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi merekam suatu bayangan kemudian ditaruh pada lembaran film.

Jika kamera televisi, system lensa akan membentuk gambar yang ada di dalam sebuah lempengan yang sensitive pada sebuah cahaya. Lempengan ini kemudian akan mengeluarkan electron ke lempengan tipis yang dijadikan sasaran jika terkena sebuah cahaya. Kamera terdiri dari :

Kamera Kotak Ini adalah favorit selama abad ke-19. Sebuah kamera box adalah perangkat sederhana yang masih ditangkap hasil yang baik. Seperti namanya, itu hanya sebuah kotak sederhana yang memiliki berdiri film di salah satu ujung kotak. Kamera ini memakai lensa elemen tunggal di ujung kotak dan daun kecepatan rana standar. Sebuah refleks view finder kecil dipasang di atas, tetapi tanpa kontrol fokus. Kamera ini hanya cocok untuk fotografi pada jarak terbatas dan dalam cahaya hari, karena kurangnya kontrol. Namun versi memiliki flash, kecepatan rana dan kontrol aperture.
Kamera Folding Sebuah kamera lipat menempati ruang kurang, yang mungkin karena desain lipat dengan bellow pada kamera. Beberapa juga datang dengan engsel yang dapat memungkinkan flip. Beberapa orang ini juga dikenal sebagai kamera kotak dilipat. Tidak semua kamera dengan bawah, dapat disebut kamera lipat. Variasi dalam panjang bawah dalam kamera lipat tertentu diizinkan fokus dengan cara lensa. Setelah melipat kamera, kamera ini memiliki rasio yang mengesankan, dari ukuran fisik dengan ukuran film. Kamera ini sangat populer karena kekompakan mereka. Namun, dengan pengenalan 35 film format mm, yang memungkinkan desain yang lebih kompak, kamera lipat akhirnya tidak lagi dipasarkan.
Kamera Plat Ini adalah di antara kamera awal dan piring kaca yang digunakan yang peka dan bawah extensible akan memegang papan lensa. Ini yang semakin dikenal sebagai kamera view. Kamera ini mampu memiringkan dan menggerakkan lensa depan dan ke belakang, yang memberikan fotografer kontrol pada perspektif gambar. Sebuah kaca layar yang grounded pada titik fokus akan memungkinkan fokus pada kamera ini. Komposisi akan dilakukan pada layar plat, dan sebagai layar ini memiliki gambaran samar, sering kain hitam digunakan oleh fotografer untuk menutupi kepalanya dan fokus dengan baik. Setelah itu, layar telah dihapus dan peka plat disimpan untuk menangkap gambar.
Badan Kamera

Ruangan yang kedap cahaya namun merupakan satu satunya tempat yang merupakan jalan masuk sebuah cahaya. Setelah menempati badan kamera, cahaya akan difokuskan oleh lensa agar dapat membakar film. Di dalam badan kamera biasanya terdapat tombol pengatur, yaitu :

Aperture (pengaturan diafragma)
Shutter Speed
Blitz
Tripod
Lightmeter
Pengaturan ISO / ASA Film
Sistem Lensa

Di dalam kamera, system lensa biasanya di taruh di depan kotak. System ini terdiri dari sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastic atau kaca. Proses menghalangi cahaya ini di simbolkan dengan huruf F, semakin besar maka semakin kecil tingkat penghalangnya.

Macam-macam kamera di lihat dari jenis lensanya adalah

Lensa sudut besar Kamera jenis ini mempunyai jarak focus yang paling kecil. Lensa yang menggunakan film 35 milimeter disebut lensa sudut besar, sedangkan 135 milimeter di sebut dengan lensa telefoto
Lensa Sudut Kecil Kamera jenis ini mempunyai jarak focus yang paling besar diantara ketiga jenis kamera ini.
Lensa Variabel Kamera jenis ini memiliki jarak Fokusnya dapat di ubah-ubah, disesuaikan dengan kebutuhan. Lensa akan memfokuskan cahaya. Di dalam sini, lensa akan dikelompokkan sesuai dengan focal length, yang dapat mempengaruhi besarnya komposisi gambar yang akan di hasilkan. Masyarakat awam mengenalnya dengan istilah zoom
Pemantik Potret

Tombol ini biasanya diletakkan di belakang lensa . beberapa kamera menyediakan mekanisme dengan pengaturan waktu yang digunakan untuk merubah ubah sesuatu yang merupakan bukaan shutter. Beberapa pengguna kamera beranggapan bahwa sebuah kamera selalu mempunyai shutter speed yang bisa dipakai.

Sebuah kamera mempunya mekanisme memutar film agar setiap bagian film dapat dipisahkan antar objek yang berlainan. Sebuah kamera juga mempunyai Range finder yang dapat menunjukkan apa saja yang sudah di potret. Namun semua itu tergantung kepada jenis kamera. Jika jenis kameranya adalah kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu komponen di atas.
Berdasarkan ukuran, film dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

Small format (35 mm)
Medium format (100 – 120 mm)
Large format (lebih dari 120 mm)
Berdasarkan jenis bahan dan sensitivenya, film dapat dibedakan menjadi :

Film hitam putih
Film infra merah
Film warna
Film tungsten
Film negative
Film positif
Film daylight
Terdapat juga kamera Polaroid, yang langsung memberikan gambaran positif, sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses cuci cetak film. Kamera digital, kamera seperti ini yang sekarang sering digunakan. Kamera jenis ini bekerja tanpa menggunakan sebuah film.

Keuntungan dari menggunakan kamera digital adalah pengguna tidak perlu membidik sebuah objek melalui jendela karena sudah menggunakan layar LCD yang terdapat di belakang layar LCD.
Berdasarkan mekanisme kerja, kamera terdiri dari :

Kamera Single Lens Reflect Kamera ini memiliki cermin datar yang ada di belakang lensa. Sehingga apa pun objek yang dilihat oleh pemotret adalah apa yang di tangkap oleh film.
Mengenal Kamera Instan Memiliki mekanisme otomatik berdasarkan pengukur cahaya. Lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret akan otomatis di atur.

Macam-macam Kamera
Macam-macam Kamera

Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide) lebih dari jutaan pixel (picture element). Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat dibelakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail.
Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD (charged-couple device semiconductor) dan CMOS (complementary metal-oxide semiconductor). Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact Flash(CF), Secure Digital(SD), Multi Media Card (MMC), Memory Stick (MS) dan (XD).
Saat ini telah banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:

1 Kamera Pocket
Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.



2. Kamera SLR
Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebas-bebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture, selain itu kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dll. Dengan berkembangnya teknologi dibidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang (mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus nyetel ini itu.



3 Kamera Range Finder
Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi.
 


4. Kamera Medium Format
Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.

 

5. Kamera Large Format
Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal).


6. Kamera Instan
Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang.